Kamis, 03 Juli 2014

Ngabuburit

Sejujurnya, saya bingung mau menulis apa pada postingan kali ini.

Saya nge-blog ini dalam rangka ngabuburit.

Ini adalah akibat dari nggak adanya acara TV yang seru.

Nggak adanya temen yang ngajak main.

Serta nggak adanya pacar yang ngajak jalan.

#eh #puasaloh

Sekian.

Senin, 16 Juni 2014

PERSEGI

Wahai Persegi...
Pedulikah aku dengan rupamu yang mulai reyot direnggut usia
Bentukmu yang tak lagi selaras dengan nama
Warnamu yang terus memudar
Takkan meruntuhkan pesona yang masih gemilang
Tidak mungkin menutupi auramu yang nyaman

Wahai persegi...
Aku rindu mengetuk persegi panjangmu yang terbuat dari kayu
Yang berdiri kokoh di depanmu seakan ingin selalu menjagamu
Aku rindu menapaki  barisan persegi-persegi kecilmu
Yang sejuk dan menjalankan aliran istimewa

Wahai Persegi...
Aku mungkin takkan lagi melakukan jejak demi jejak di dalammu setiap saat
Aku mungkin takkan lagi membuka penjaga persegi panjangmu setiap hari
Aku pun kini sedang bersama persegi lain yang lebih rupawan.

Tapi persegi,
Aku selalu ingin pulang
Aku selalu ingin menciptakan tawa di dalammu,
Bersama mereka.

 

INAS YAUMI AISHARYA 14 JUNI 2-14 21.40

Senin, 09 Juni 2014

Ibu Jerapah

Ibu. Ah, semua Ibu memang tidak ada yang tidak memperjuangkan hidup anaknya. Tidak ada yang membiarkan anaknya terlantar, atau mati kedinginan.
 
Ketika Ibu-ibu manusia ditakutkan oleh pertanyaan, “bagaimana anakku nanti ya?” yang kadang disebabkan oleh media yang sering menayangkan kelainan pada anak, penyakit pada anak, ini lah, itu lah. Namun bagaimanapun anaknya nanti, seorang Ibu akan mati-matian berjuang menghidupi anaknya, dengan keteguhan.
 
Bagaimana dengan Ibu jerapah? Apakah ia akan diresahkan oleh kabar-kabar tentang anak lain melalui media? Apakah dunia jerapah memiliki televisi untuk dilihat bersama-sama? Mungkin tidak. Tapi keresahan akan lebih terasa oleh seekor jerapah. Bagaimana tidak, dengan kondisi tubuhnya yang tidak mungkin melakukan kegiatan duduk di tanah akibat takut dimangsa, ibu jerapah harus resah memikirkan bagaimana anaknya lahir nanti.
 
Bayangkan, jika kepalanya yang keluar terlebih dahulu, lehernya akan retak karena ditopang oleh bagian tubuh lain. Jika kepalanya keluar terakhir, maka lehernya juga akan retak karena berat badannya menarik kepala dan lehernya keluar.
 
Lalu? Bagaimana bisa Si Bayi jerapah itu bisa lahir dengan selamat? Ternyata panggul belakang jerapah yang berukuran amat lebih kecil daripada bahu depan dan panjang lehernya berukuran cukup untuk memungkinkan kepala melalui rahim dan mendarat di panggul belakang. Kaki belakang keluar dulu untuk menjaga jatuhnya bagian tubuh yang lain. Kepalanya disokong dan dibantali oleh panggul belakang, dan lehernya lumayan lentur, memungkinkan lengkokan tajam di sekitar bahu depan. Hal itu disusul oleh berdirinya bayi jerapah dengan anggun di antara kaki induknya.



See? Semua ibu memiliki keresahan yang amat kepda masa depan buah hatinya. Dan semua Ibu percaya, apapun dan bagaimanapun anaknya lahir nanti, pasti ada Tuhan yang maha bijak yang pandai mengatur proses dan hasilnya.
 
Satu lagi, kecongkakan jerapah yang terlihat dari menonjolnya diri di antara satwa yang lain bukan atas kesombongan dirinya. Toh jerapah tetap menjalani perjuangan untuk mempertahankan hidupnya dan generasinya.

Selasa, 03 Juni 2014

Memancing Kebahagiaan

Siapa di sini yang tidak bahagia? Ayo acungkan tangan!!

Ah, sebenarnya semua orang itu bisa bahagia, kok. Karena bahagia itu mudah, karena bahagia itu ada ketika kita bisa bersyukur.

Itu kuncinya: BERSYUKUR!

Jadi, apakah bahagia itu perlu untuk dipancing? Jelas iya. Bagaimana caranya? Ya, bersyukur itu tadi.

Muter-muter? Oke maafkan daku :)

Sebenarnya bahagia itu sederhana, loh! Bahagia itu bisa datang dari mana aja. Bahagia itu nggak mesti pergi dengan orang terkasih, kok. Bahagia juga nggak mesti melakukan suatu hobi. Justru kebahagiaan itu yang akan menimbulkan sebuah hobi, mungkin.

Aku mau membahas tentang kalimat: Bahagia nggak mesti melakukan suatu hobi.

Ya, siapa di sini yang nggak bahagia kalau udah melakukan hobinya? Pasti semua bahagia, kan? Padahal bahagia itu nggak mesti melakukan apa hobimu. Yang penting bisa mensyukuri apa yang sedang dilakukan dan menikmatinya, semua bisa bahagia.

Seperti aku tanggal 29 Mei 2014 kemarin. Aku diajak memancing sama teman-temanku di sebuah tempat di Jawa Timur. Ini mancing ikan beneran, lho, rek, bukan mancing perkara apalagi mancing cowok huahahaha. Kalau dipikir-pikir, ngapain juga mancing, nunggu lama, belum tentu juga dapat ikan. Pasti ada deh yang mikir kayak gitu. Hayo ngaku!

Mancing kali ini kami targetkan mendapat kuran lebih 40 ikan bandeng. Buat apa? Jadi malamnya itu ada acara angkatan. Kami bakal makan-makan seangkatan dari hasil mancing itu.

Kami datang bersembilan. Karena yang lain cowok dan ceweknya cuma aku sama Nisa, jadi aku sama Nisa nyewa satu pancing buat berdua.

Aku sama sekali belum pernah mancing sebelumnya. Bolak-balik diajarin  ngelempar umpan nggak bisa-bisa, sampai-sampai diketawain sama Bapak-bapak di sebelah. Sumpah malu banget. Akhirnya karena aku malu, kuminta Nisa yang ngelempar umpan.

STRIKE!

Ikan hasil pancinganku :)
Nisa menyadari itu tapi Nisa nggak sanggup narik pancingnya. Sekarang gantian aku yang kerja: NARIK PANCING! hahaha kerja sama yang baik dengan Nisa! Aku dan Nisa berhasil menangkap lima ikan Bandeng dengan ukuran beragam.

Entah apa yang membuat aku senang hari itu. Mungkin aku melakukan suatu kegiatan pertama kali dengan girang, makanya aku senang. Sumpah aku senang banget hari itu!!


Aku dan teman-teman: (dari kiri) aku, edwin, ali, nisa, ade, fadli.
Ikan hasill pancingan kami. 14,7 rek!
Kalau ditotal-total dengan hasil pancingan teman-teman lain, kami membawa pulang 14,7 kilogram ikan bandeng dengan jumlah ikan 38. Dari jam 09.00-14.00. Pulangnya kami makan ikan Napoleon di warung dekat tempat pemancingan sambil menunggu ikan hasil pancingan kami dicabut durinya.

Padahal memancing bukan hobiku. Tapi aku bahagia karena aku bisa bersyukur dan menikmati kegiatanku hari itu :)

BONUS FOTO:

Kondisi di belakang tempat kita makan: perahu berlalu-lalang

Pulangnya kita lewat sebelah landasan pesawat, loh. cuma ini foto timingnya gak pas aja:(

Ini foto tambak yang kita lewatin


Jumat, 23 Mei 2014

Taman Mantan

Aku adalah mahasiswi ITS Surabaya.

Anak-anak ITS ini sering banget ngadain acara di sebuah tempat. Tempat ini bisa langsung ditemuin sesaat setelah masuk gerbang utamanya ITS. Jurusan yang berhadapan langsung sama tempat ini adalah Teknik Lingkungan dan Teknik Sipil. Arsitektur? Hm, deket sih, lumayan. Yang jelas, kalau naik kendaraan, lokasi ini terletak sangaaaaaaatt jauh dari jurusanku.

Tempat ini suka rame kalo ada event2 gitu. Baik ITS yang ngadain, atau bukan.

FYI aja, tempat ini adalah neraka bagi mahasiswa baru. Apalagi yang baru merasakan tinggal di Surabaya. hahaha

ya, anak ITS pasti taulah, nama tempatnya adalah TAMAN ALUMNI.

alias

TAMAN MANTAN

Heits, jangan disamakan secara langsung ya. Nanti kalimatnya jadi gini: "Eh, alumnimu ada berapa?" kan nggak enak.
Alumni adalah mantan, tapi mantan belum tentu alumni.

Karena Alumni adalah Mantan
Mereka sama-sama pernah singgah, cuma tempatnya aja yang beda.
Mereka pernah singgah lalu pergi, nggak tau bakal balik lagi atau enggak. Nggak tau bakal menyisakan sejarah atau enggak.

Rabu, 14 Mei 2014

Long Distance Friendship

Waktu benar-benar berjalan begitu cepat. Kami yang bermula dari perpencaran, lalu menemui persatuan, dan kini berpencar lagi. Yah, waktu membawa kami ke wujud yang berbeda, sifat yang bebeda, namun ini masih kami yang dulu, kami yang mendewasa. :")

Spesial buat sahabat-sahabatku yang nggak pernah lost contact dari dulu. Mungkin kalo istilah pacaran ada yang namanya Long Distance Relationship, kalo kita ini Long Distance Friendship.

Dan inilah sahabat-sahabatku. dari kelas 2 SD sampai sekarang.

1. Shasa
Annuru Agaridza. Teman pertamaku di Bekasi, dan kita sama-sama pindahan dari Semarang! beda sekolah, sih.hahaha kita sempet dikira saudaraan sama orang-orang, soalnya logat kita yang jenis medoknya sama, dan karena dia adalah temen pertamaku aku jadi dekeeeeett banget sama Shasa ini. Waktu SD, kita jadi saingan gitu kalo pelajaran, tapi kita tetep temenan, kok. Shasa ini orangnya bossy abis, dari kecil juga. Hm, mungkin sampe sekarang. hehehe peace :p dari dulu sukaaaaaaa banget sama warna pink. dan aku suka kamarnya Shasa yang sekarang :3
Shasa itu curang, waktu SMP dia ikut kelas aksel. Jadilah dia lebih dulu sekolahnya dibanding kami.

2. Ajeng
Rahajeng Ayesha Abdella. Si Manis dari jembatan Ancol! hahaha. Percayalah, dia punya muka kayak orang Jepang waktu kecil. Aku sama Ajeng bertengkar mulu waktu dulu. Ya main, terus tengkar. Susah banget akurnya.hahaha Aku pernah dicakar sama Ajeng gara-gara aku ngeledekin dia. Dikit lho padahal ngeledeknya. Terus aku nangis. Aku terlalu sensitif, jeng!
Sampe liburan terakhir kemarin Ajeng masih setia sama sepedanya dia itu. Itu yang bikin aku kangen. Malem-malem ke rumah tiba-tiba ada panggilan, "Inaass!" hahaha. Suka minta diajarin matematika dan fisika. Belajar sih, tapi ujung-ujungnya gosip juga. Ajeng ini DIRECTIONERS!!!!!
Punya pacar namanya Ega! Ega ini berondong, loh! wkwkw Pernah suatu saat aku sama Ajeng lagi nyari DVD buat mengisi liburan yang kosong, eh kita ternyata dibuntutin sama Ega :"" Serunya yang punya pacaaaaarr hahaha.

3. Anis

Raden Ayu Annisa Fitriani Amalia. Wuiihhh, namanya kayak kereta, ya! Anis ini super-duper cantik. Kalo Ajeng dari jembatan Ancol, kalo ini...hmmmm...... si cantik dari Goa Hantu! wkwkwk
Anis waktu kelas 2 sama 3 nggak satu sekolah sama kami. Tapi karena rumah kami deketan jadi yaaa masih sering main, lah. Baru deh kelas 4 Anis bersekolah di sekolah yang sama denganku, Shasa dan Ajeng.
Asli Palembang! Ibunya jualan pempek dan tekwan. Serunya kalo main ke rumah Anis suka disuguhin Pempek sama Tekwan! hahaha
Anis adalah orang yang paling sibuk di antara kami berempat. Susaaaaaahh banget dicariin kalo pas liburan. Tapi sekalinya main, betah banget dah di rumah Anis, sampe lupa pulang malah. hahaha
Pernah suatu saat aku sama Anis lagi main berdua aja. Aku ngelihatin Anis lagi nyolek sebuah sambal yang bertengger di dapurnya. Itu sambal hijaunya nasi padang! dan aku ikutan. Kita colek-colek sampai habis. Bukannya udahan pas udah habis, malah beli lagi di warung Nasi Padang. BELI SAMBELNYA DOANG!


Sewaktu SD, kami sering banget tuker kado. Entah ada event atau enggak, bahkan saking kreatifnya kami pernah main tuker permen. Semacam tuker kado, tapi ini permen dan ada permainan dibalik "tukeran" itu.
Percayalah setelah lulus SD kami bersekolah di sekolah yang berbeda. Shasa aksel pula :" tapi kami tetap menyisakan waktu di akhir minggu untuk menghabiskan waktu bersama.
SMA-nya beda-beda lagi juga. Shasa sama Anis satu sekolah, sih, tapi kan beda angkatan. Tapi tetep aja nggak ada alasan buat nggak main. Minimal sebulan sekali.

Shasa sekarang kuliah di Komunikasi UNDIP
Ajeng sekarang kuliah di Sosiologi UIN Jakarta
Anis sekarang kuliah di Kebendaharaan Negara STAN
dan aku di Perencanaan Wilayah dan Kota ITS

Nggak mau tau kalo pada pulang ke Bekasi harus maiiin!!!  Siapkan cerita yang banyak, ya, kawan! Sampai jumpa :""""DDD